Written by 2:04 pm Tak Berkategori

Cara Submit Artikel ke Jurnal yang Benar

Menembus publikasi ilmiah sering terasa seperti main game level boss tanpa cheat code. Banyak penulis sudah riset mati-matian, ngetik berlembar-lembar, tetapi ketika masuk tahap submit, hasilnya malah mental. Padahal, memahami cara submit artikel ke jurnal yang benar akan memperbesar peluang diterima, membuat editor terpincut, dan menempatkan nama Anda sejajar para peneliti keren. Dunia akademik makin kompetitif dan institusi pendidikan, termasuk yang menawarkan prodi ppg, mulai menjadikan publikasi ilmiah sebagai syarat wajib. Karena itu, memahami seluruh proses submit bukan lagi skill tambahan, tetapi kebutuhan akademik yang hukumnya mirip wajib.

Artikel ini membongkar proses pengiriman artikel ke jurnal ilmiah dari A sampai Z. Anda akan memahami strategi teknis, psikologi editor, kriteria penilaian artikel, dan alasan kenapa banyak manuskrip langsung ditolak bahkan sebelum sempat masuk review. Setelah membaca sampai akhir, Anda tidak lagi bingung saat menghadapi OJS, template jurnal, revisi peer review, hingga email konfirmasi yang menegangkan.

Memahami Cara Submit Artikel ke Jurnal Secara Menyeluruh

Mempelajari cara submit artikel ke jurnal tidak cukup hanya tahu klik tombol kirim. Prosesnya berkaitan dengan pemilihan jurnal, format penulisan, kualitas riset, dan kesiapan mental menghadapi revisi. Banyak mahasiswa dan dosen yang sedang kuliah atau mengajar di prodi ppg mengaku gagal bukan karena riset jelek, tetapi karena salah langkah saat submit.

Menentukan Jurnal yang Tepat untuk Artikel Anda

Pemilihan jurnal menentukan hidup matinya artikel ilmiah. Editor biasanya menolak naskah bukan karena isinya buruk, tetapi karena temanya tidak sesuai cakupan jurnal. Maka, penulis wajib mencocokkan skop penelitian dengan fokus jurnal agar artikel nyambung dan relevan.

1. Periksa Reputasi Jurnal dan Indeksasinya

Publisher jurnal sangat peduli pada kualitas. Mereka menginginkan artikel yang bisa memperkaya literatur ilmiah. Anda harus memilih jurnal bereputasi baik, seperti yang terindeks Sinta, Scopus, atau DOAJ. Semakin tinggi indeksasi, semakin besar dampak ilmiah publikasi Anda. Banyak mahasiswa di prodi ppg memilih jurnal yang cepat terbit tanpa peduli indeksasi. Padahal, reputasi jurnal mempengaruhi kredibilitas akademik jangka panjang.

2. Telusuri Cakupan Bidang Keilmuan

Sebuah jurnal tidak akan menerima artikel di luar fokusnya. Riset teknologi tidak cocok masuk jurnal ekonomi, begitu juga artikel pendidikan seharusnya tidak nyasar ke jurnal teknik sipil. Editor melihat apakah penelitian Anda layak masuk katalog pengetahuan mereka. Jadi, pastikan tulisan Anda memang menyumbang pemikiran segar bagi jurnal tujuan.

Menyiapkan Manuskrip Sesuai Format Jurnal

Banyak artikel ditolak hanya karena salah format. Editor melihat ketelitian penulis dari sini. Kesalahan seperti abstrak terlalu panjang, referensi tidak sesuai gaya sitasi, atau data kurang lengkap langsung menciptakan kesan buruk.

1. Ikuti Template dengan Sangat Ketat

Jurnal menyediakan template bukan sekadar hiasan. Template berfungsi menyamakan gaya publikasi agar pembaca merasa familiar dan nyaman. Pengabaian terhadap template menunjukkan kurangnya profesionalisme. Apalagi untuk dosen dan mahasiswa tingkat lanjut seperti yang berasal dari prodi ppg, hal sepele seperti ini bisa merusak reputasi akademik.

2. Susun Referensi Terbaru dan Relevan

Artikel ilmiah wajib menggunakan referensi mutakhir. Editor menginginkan riset Anda berdialog dengan penelitian terbaru. Referensi yang usang membuat Anda terlihat belum memahami perkembangan kajian terbaru. Pastikan kutipan tidak hanya banyak, tetapi juga relevan.

Proses Submit Artikel ke Jurnal Melalui OJS

Platform OJS sering bikin kepala berasap bagi pemula. Namun jika memahami alurnya, Anda akan menyadari prosesnya logis dan sistematis.

1. Buat Akun dan Lengkapi Profil Penulis

OJS meminta identitas lengkap untuk menjaga kredibilitas peneliti. Isi profil dengan benar agar editor percaya Anda penulis yang serius, bukan akun abal abal.

2. Unggah Manuskrip dan File Pendukung

Upload bukan asal seret file. Pastikan setiap dokumen sesuai instruksi, mulai dari cover letter, file utama, hingga lampiran data. Editor menghargai penulis yang rapi. Di beberapa lembaga pendidikan, termasuk yang memiliki prodi ppg, langkah ini sering dijadikan simulasi proses publikasi ilmiah agar mahasiswa memahami standar akademik.

3. Cek Status Submission Secara Berkala

Setelah submit, perjuangan belum selesai. Anda harus mengecek status secara rutin agar tidak ketinggalan notifikasi revisi. Editor sangat menghargai respons cepat.

Menghadapi Peer Review Tanpa Panik

Bagian paling dramatis dari publikasi ilmiah ada di proses review. Banyak penulis merasa seperti disidang, padahal reviewer ingin memperbaiki kualitas tulisan Anda.

1. Tanggapi Kritik dengan Elegan

Kritik reviewer bukan serangan pribadi. Mereka membantu memperkuat penelitian Anda. Balas komentar dengan bahasa sopan, logis, dan berbasis data.

2. Lakukan Revisi Sampai Selesai

Jangan cuma revisi setengah hati. Reviewer bisa mendeteksi revisi asal asalan. Revisi total menunjukkan komitmen Anda pada kualitas ilmiah. Tidak sedikit mahasiswa prodi ppg yang sukses publikasi karena mereka mau sabar menyempurnakan artikel.

Kesimpulan

Cara submit artikel ke jurnal bukan sekadar proses teknis, tetapi perjalanan intelektual yang menuntut ketelitian dan strategi. Memahami proses dari memilih jurnal yang tepat, menyesuaikan format, mengunggah naskah melalui OJS, hingga menghadapi revisi reviewer akan membuat tingkat keberhasilan publikasi meningkat signifikan. Dunia akademik menghargai proses, bukan hanya hasil akhir. Jika Anda konsisten, publikasi ilmiah tidak lagi terasa menyeramkan tetapi menjadi kebanggaan.


FAQ

Mengapa artikel sering ditolak sebelum masuk tahap review?
Artikel biasanya ditolak karena tidak sesuai cakupan jurnal, salah format, atau referensi tidak mutakhir. Editor ingin naskah yang relevan dengan fokus jurnal dan memiliki kontribusi akademik jelas.

Berapa lama proses publikasi biasanya berlangsung?
Durasi bervariasi dari beberapa minggu hingga berbulan bulan, tergantung kualitas naskah, jumlah revisi, dan kebijakan jurnal. Jika penulis cepat menanggapi revisi, proses berjalan lebih singkat.

Apakah mahasiswa bisa submit artikel tanpa bimbingan dosen?
Bisa, tetapi bimbingan dosen mempercepat proses penyusunan dan menghindari kesalahan teknis. Banyak mahasiswa prodi ppg memulai dari bimbingan akademik agar siap menghadapi proses review dan revisi.

Last modified: 1 Desember 2025
Close Search Window
Close