Written by 9:56 am Jurnal

Cara Submit Artikel ke Jurnal Pendidikan: Panduan Lengkap untuk Peneliti dan Akademisi

Mengirim artikel ke jurnal pendidikan bukan sekadar mengunggah dokumen dan menunggu persetujuan. Proses ini menuntut ketelitian, strategi, dan pemahaman tentang mekanisme publikasi ilmiah. Banyak peneliti pemula merasa bingung karena tata cara yang berbeda-beda pada setiap jurnal, persyaratan yang ketat, dan risiko penolakan yang tinggi.

Mengetahui cara submit artikel ke jurnal pendidikan secara tepat akan meningkatkan peluang artikel diterima, memperkuat kredibilitas akademik, dan memastikan penelitian dapat diakses oleh komunitas ilmiah. Panduan ini menghadirkan langkah demi langkah, dari persiapan naskah hingga proses revisi, serta tips untuk menghindari kesalahan umum agar artikel Anda lolos review dengan lebih cepat.

Menentukan Jurnal Pendidikan yang Tepat

Memilih jurnal yang sesuai dengan topik artikel merupakan langkah awal yang krusial. Peneliti harus mempertimbangkan fokus jurnal, cakupan topik, dan reputasi penerbit. Jurnal bereputasi tinggi biasanya memiliki standar review yang ketat, tetapi publikasi di sana akan meningkatkan visibilitas penelitian. Selain itu, penting memeriksa indeksasi jurnal, misalnya apakah terdaftar di Scopus atau Sinta, untuk memastikan artikel memiliki dampak ilmiah yang luas.

1. Analisis Topik dan Cakupan Jurnal

Langkah pertama adalah mencocokkan tema artikel dengan cakupan jurnal. Artikel yang topiknya tidak relevan berisiko ditolak sebelum masuk proses review. Pastikan penelitian Anda menambah kontribusi baru, bukan sekadar mengulang hasil studi sebelumnya.

2. Reputasi dan Indeksasi Jurnal

Penting untuk memeriksa reputasi jurnal melalui indeksasi dan faktor dampak (impact factor). Jurnal terindeks di basis data nasional maupun internasional akan memberikan pengakuan lebih besar bagi penulis dan memudahkan sitasi di masa depan.

Menyiapkan Naskah Artikel

Naskah artikel harus disiapkan sesuai pedoman jurnal. Banyak penulis gagal karena tidak mengikuti format dan gaya penulisan yang diminta. Pastikan abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, diskusi, dan kesimpulan tersusun rapi dan sistematis.

1. Struktur dan Format Artikel

Naskah biasanya harus memenuhi standar IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). Format penulisan, termasuk font, margin, dan gaya referensi, harus sesuai dengan panduan jurnal.

2. Penulisan Abstrak dan Kata Kunci

Abstrak harus ringkas, jelas, dan menggambarkan temuan utama. Kata kunci yang relevan membantu artikel muncul pada pencarian akademik. Pilih kata kunci turunan dari “cara submit artikel ke jurnal pendidikan” seperti “panduan publikasi jurnal pendidikan” atau “proses submit artikel akademik.”

Proses Submit Artikel

Mengirim artikel ke jurnal pendidikan biasanya dilakukan secara daring melalui sistem online submission. Proses ini membutuhkan akun penulis dan kelengkapan dokumen pendukung.

1. Membuat Akun Penulis

Daftar pada platform jurnal yang dituju dan lengkapi profil penulis. Informasi ini akan digunakan editor untuk kontak dan pengakuan akademik.

2. Mengunggah Naskah dan Dokumen Pendukung

Unggah artikel beserta lampiran yang diminta seperti surat pernyataan orisinalitas, format referensi, dan izin publikasi jika diperlukan. Pastikan file tidak corrupt dan mengikuti format yang diterima jurnal.

3. Konfirmasi dan Tracking Proses Review

Setelah submit, periksa email konfirmasi dan gunakan sistem tracking untuk mengetahui status review. Editor akan memberi notifikasi jika artikel diterima, perlu revisi, atau ditolak.

Revisi dan Resubmisi Artikel

Jika artikel membutuhkan revisi, pahami komentar reviewer dengan seksama. Tanggapi setiap masukan secara profesional dan perbaiki naskah sebelum mengirimkan kembali.

1. Memahami Masukan Reviewer

Reviewer biasanya menekankan kelemahan metodologi, referensi, atau penyajian data. Catat semua poin revisi dan lakukan perbaikan secara detail.

2. Menyusun Surat Tanggapan

Tulis surat tanggapan yang sopan dan jelas, menjelaskan setiap perubahan yang dilakukan. Hal ini meningkatkan kemungkinan artikel diterima pada resubmisi.

Tips Menghindari Penolakan

Banyak artikel ditolak karena kesalahan sederhana yang sebenarnya bisa dihindari. Mengikuti panduan jurnal, memeriksa plagiarisme, dan menyesuaikan topik dengan cakupan jurnal akan meminimalkan risiko penolakan.

1. Konsistensi dan Kualitas Penulisan

Pastikan penulisan bebas dari kesalahan ketik dan tata bahasa. Konsistensi dalam format referensi dan gaya penulisan juga penting.

2. Originalitas dan Sitasi

Artikel harus orisinal dan memadai dalam sitasi. Hindari plagiarisme karena akan langsung menyebabkan penolakan.

3. Waktu Pengiriman

Perhatikan deadline submit artikel. Mengirim artikel tepat waktu memberi kesan profesional dan memudahkan editor dalam proses review.

Kesimpulan

Menguasai cara submit artikel ke jurnal pendidikan membutuhkan persiapan matang mulai dari memilih jurnal, menyiapkan naskah, memahami sistem submit, hingga menangani revisi. Proses ini menuntut ketelitian dan kesabaran, tetapi dengan panduan yang tepat, peluang artikel diterima meningkat secara signifikan. Penerapan strategi ini tidak hanya mempercepat publikasi, tetapi juga meningkatkan reputasi akademik penulis dan visibilitas penelitian di komunitas ilmiah.


FAQ

1. Berapa lama biasanya proses submit artikel hingga diterbitkan?
Waktu proses bervariasi tergantung jurnal dan jumlah artikel yang sedang direview. Umumnya memakan waktu 2–6 bulan, termasuk tahap review dan revisi.

2. Apakah artikel bisa diterima jika belum ada publikasi sebelumnya?
Ya, sebagian besar jurnal menerima artikel dari penulis pemula, asalkan naskah memenuhi standar kualitas dan relevansi topik.

3. Apa yang harus dilakukan jika artikel ditolak?
Evaluasi komentar reviewer, lakukan perbaikan, dan kirim artikel ke jurnal lain dengan topik dan cakupan yang sesuai. Penolakan bukan akhir, tetapi kesempatan memperbaiki kualitas tulisan.

Last modified: 2 Desember 2025
Close Search Window
Close